Senin, 17 April 2017

baterai cair yang awet puluhan tahun



Perkembangan baterai terus mengalami kemajuan,para peneliti tak henti henti nya untuk memperbaiki temuan nya agar dapat menghasilkan batu batrai yang awet dan tahan lama di gunakan.Alat  yang satu ini memang sangat vital karena aktifitas penggunanya yang mobile dan membutuhkan kehandalan dari batrai baik ponsel ataupun laptop sebagai sarana kerja gadget kita.

Batrai cair bisa awet 10 tahun

Batrai yang sekararang biasa kita pakai umumnya terbuat dari unsur lithium yang merupakan logam padat,dengan tekstur yang lunak ,bobotnya ringan,titik leleh rendah,dan juga bersifat reaktif namun memiliki masa hidup yang singkat karena elemen nya akan rusak seiring pemakaian.

Para peneliti dari Penn state university sadar betul hal ini,sehingga mengembangkan alternative hal baru yaitu liquid/cair yang dinamai baterai mengalir alias flow battery.baterai tersebut pada intinya menyim pan energy melalui air dan meiliki masa hidup cukup lama yaitu mencapai 10 tahun.

Trik pembuatan flow battery

Para ilmuwan melakukan trik untuk membuat baterai ini yaitu memodifikasi molekul yang terpatri dalam elemen penyusun baterai,seperti elektrolit,besi dan volagen.modifikasi ini bertujuan agar molekul bisa stabil,larut dalam air,dan tak mudah mengalami degradasi.ketika terlarut dalam air netral solusi yang di hasilkan tak main main,sehingga batrai tetap awet karena Cuma akan kehilangan kapasitasnya setiap 1.000 siklus pemakaiannya/performanya seperti pertama kali menggunakan nya.

Sealain awet jenis baterai ini juga tidak bisa meledak karena tidak ada elemen yang memunculkan panas dan mengeluarkan ledakan api,walaupun tentunya harganya masih sangat mahal.alternatif temuan yang juga menggunakan media air sebagai sumber energy baterai adalah sustainable alternative lighting.


 
Sustainable alternative lighting

Ini adalah temuan dari orang Filipina dalam mengatasi batrai ponsel secara praktis.mungkin kamu berfikir dengan powerbank portable/yang bisa dengan mudah dan praktis mengisi ponsel kita.tetapi bukan karena yang ini memanfaatkan air garam.

Raphael dan aisa mijeno yang merupakan dua bersaudara asal Filipina yang berhasil membuat konsep untuk sebuah proyek teknologi yang mereka lakukan.proyek yang terinspirasi dari masarakat Filipina yang masih menggunakan bahan bakar minyak untuk rumahnya

Awal percobaan

Awalnya mereka memanfaatkan kegunaan air garam dengan sebuah lampu yang dapat menyala dengan tenaga segelas air dan dua sendok garam,lalu pengisian batu ponsel pun digunakan dengan mengguna kan lampu berbahan bakar air garam tersebut,dengan takaran yang lebih sesuai.

Tentu dengan takaran air dan garam yang sesuai tentu kebuthan bahan utama tersebut menjadi semakin besar,namun mereka menemukan cara dimana penggunanya bisa mengganti elektroda logam yang dapat diganti dua kali setahun.


EmoticonEmoticon